Salat Gerhana Matahari

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, ada yang tanya tentang salat sunnah gerhana. InsyaAllah tgl 10/1/2001 katanya akan ada. Mohon informasi komplit.Terus terang ana awam dalam hal ini. Terima kasih. Insyaallah bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Jawab:

Salat gerhana matahari (kusuuf al-syams) hukumnya sunat muakkad. Rasulullah saw. saat putranya, Ibrahim, meninggal berkata: Sesunggunya matahari dan rembulan adalah pertanda adanya Allah, keduanya tidak mengalami gerhana karena mati-hidupnya seseorang, Jika kalian menyaksikan gernahan itu maka salatlah dan berdoalah". (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad).

Siapa saja orang yang mukallaf dianjurkan melakukannya, baik laki-laki, perempuan, orang yang sedang bepergian, dan yang di rumah. Dilakukan tanpa adzan dan tanpa iqamah. Sebagai gantinya, cukup yang bertugas meneriakkan "ashshalaatu jaami'ah". Disunatkan secara berjama'ah di masjid.

Salat gerhana, menurut Hanafiyah, 2 reka'at seperti salat-salat biasa. Namun menurut jumhur (mayoritas), 2 reka'at, tiap rekaat 2 x ruku', 2 x berdiri, 2 kali sujud. Jadi, habis ruku' yang pertama berdiri lagi dan membaca fatihah dan surat lagi, baru lantas sujud. Disunatkan membaca surat-surat yang panjang: berdiri yang pertama (setelah Fatihah) surat al-Baqarah atau surat lain yang panjangnya menyamai al-Baqarah.
Berdiri yang kedua sedikit lebih pendek dari yang pertama atau sekita sekitar 200 ayat, yang ketiga lebih pendek dari yang kedua, dan terakhir lebih pendek dari yang ketiga. Semuanya dibaca secara pelan, sebagaimana salat-salat yg dilakukan pada siang hari. Demikian.
Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Arif Hidayat