Batasan Hijab

Tanya:

Ustad, mau tanya. Kira-kira batasan hijab itu bagaimana? Dan dalam dataran praktis, dalam organisasi dan pergaulan itu bagaimana?

Budi Kurniawan

Jawab:

Saudara Budi,
Hijab adalah berpakaian yang dengan pakaian itu mampu menutupi aurat. Namun di samping berfungsi sebagai penutup aurat, hijab/pakaian hendaknya juga berfungsi sebagai penghias yang mampu menambah keindahan tubuh kita, bukan hanya ala kadarnya, tapi juga jangan berlebih-lebihan. Firman Allah "Hai, anak Adam! Kami telah menurunkan pakaian kepadamu untuk menutupi auratmu dan untuk berhias...." (al-A'raf/7:26), "Hai, anak Adam! Kenakanlah hiasanmu (di antaranya pakaian) yang indah di setiap memasuki masjid, juga makan dan minumlah, namun jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (al-A'raf/7:31).

Batasan minimal hijab adalah tertutupnya bagian pusar sampai dengan lutut, bagi pria dan tertutupnya seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan, bagi wanita.

Di samping dilarang berlebih-lebihan, dalam hal berpakaian juga dilarang menggunakan pakaian yang terlalu tipis hingga transparan menembus kulit atau dapat menampakkan lekak-lekuk tubuh si pemakai. Karena pakaian yang semacam itu telah menghilangkan fungsi penutup aurat itu sendiri. Demikianlah salah satu peringatan Nabi dalam Hadisnya yang diriwayatkan oleh Muslim, dan Abu Daud.

Jika Anda pernah melihat pakaian orang yang sedang ihram (ketika haji atau umrah), itulah batasan minimal hijab. Tapi, sekali lagi di samping kita diperintahkan untuk menutup aurat kita juga diperintahkan untuk berhias, maka apakah berpakaian hanya sebatas lutut dan pusar sudah cukup indah untuk dilihat? Kalo belum indah silakan ditambahi hiasannya, tapi jangan berlebih-lebihan.

Demikian, semoga membantu.


Shocheh Ha.