Affair Terlalu Jauh

Tanya:
Pak Kiai, saya TKW kerja di kuwait, di rumah saya ditunangkan dengan seorang yang tidak saya cintai. Akhirnya kuserahkan kesucianku sebelum menikah. Agar dia tak mengharap lagi. Sekarang saya bekerja di kuwait dan tertarik (jatuh cinta dengan sopir majikan saya). Namun dia telah beristri, lebih jelasnya dia berkebangsaan India. Dia katanya setia dengan saya bahkan rela untuk mati daripada berpisah. Selama ini hubungan saya dengan sopir sudah di luar batas. Menurut pak kiai apa yang mesti saya perbuat?

Sekian terima kasih

W di kuwait
xxxxx90@i...


Jawab:
Saudara W. yang semoga dikasihani Allah, perbuatan Anda, yang pertama, menyerahkan seluruh kehormatan Anda kepada yang bukan haknya adalah perbuatan terkutuk (zina). Allah berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk" (QS. Al-Isro 32). Allah melarang mendekati zina. Yang perlu digarisbawahi adalah mendekati saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan. Ayat ini betapa menandaskan bahwa zina itu betul-betul perbuatan terkutuk.

Sekarang Anda telah menjalin hubungan lagi dengan seorang pria India. Bahkan sudah melampaui batas, sesuai cerita Anda. Kalau melihat cerita Anda seperti itu, nampaknya hubungan Anda berdua itu hanya berlandaskan emosi cinta yang berlalu begitu saja, tanpa Anda pernah memikirkan resiko jauh ke depan. Menurut saya, karena itu sudah terlanjur, mula-mula cobalah memikirkan masak-masak, merenungkan apa yang telah Anda perbuat, termasuk Anda harus mendiskusikan masa depan Anda berdua. Cobalah berfikir matang-matang dulu sebelum melangkah: Bagaimana nanti nasib anak istri pria India itu? Apakah benar-benar ia akan setia mendampingi Anda, sementara dia sendiri harus menafkahi anak istrinya, padahal dia hanya bekerja sebagai sopir?

Saya khawatir Anda hanya tertipu dengan kesenangan-kesenangan sesaat, tertipu oleh asyik-masyuknya cinta. Dengan berfikir keras seperti itu, Anda bisa memperoleh keputusan yang mantap: kalau memang ternyata kekasih Anda itu benar-benar akan setia menjadi suami, dia juga tidak akan menyengsarakan anak-istrinya yang ditinggalkannya di India, artinya nanti dia bisa berbuat adil, ya tidak apa-apa, menurut saya, lebih baik segera saja langsungkan pernikahan itu. (Khawatir) dari pada Anda jatuh pada perbuatan terkutuk lagi, zina.

Pesan saya, senantiasalah memohon ampunan, beristighfar, dan berusahalah menyesali sedalam-dalamnya perbuatan-perbuatan terkutuk yang pernah Anda lakukan itu. Karena, saya yakin, selamanya Anda tidak akan memperoleh ketenangan rohani sebelum Anda benar-benar bertaubat untuk berjanji sepenuh hati tidak mengulangi perbuatan kotor itu. Juga rajin-rajinlah melakukan salat-salat sunat, terutama salat tahajjud di tengah malam. Berdoalah seraya memohon ampunan. Dengan penyesalan Anda dari lubuk hati yang paling dalam itu, semoga Allah swt akan meringankan dan bahkan benar-benar menghapus dosa-dosa Anda. Cobalah! Saya yakin Anda bisa melakukan itu.

Wassalam
Dewan Asaatiz Pesantren Virtual