Diupdate terakhir: 12 Maret 2001
   Pesantren Virtual -> Tanya Jawab -> Perempuan Keguguran, Apakah Sama dengan Perempuan Nifas?

Perempuan Keguguran, Apakah Sama dengan Perempuan Nifas?
Seri ke-100, Senin, 12 Maret 2001


Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Temen saya ada yang mau bertanya : "isterinya habis dikuret, apakah hukumnya setelah dikuret (keguguran/hamil anggur istilahnya) seperti hukum orang melahirkan (nifas)?"

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Iwan Yuliyanto - Batam

Jawab:

Tentang perempuan yang keguguran (dikuret), apakah hukumnya sama dengan nifas? Secara garis besar, ada dua pendapat:

a. Jumhur (kebanyakan) ulama (Malikiyah, Hanafiyah dan Syafi'iyah) mengatakan, perempuan tersebut diwajibkan mandi setelah darahnya tidak keluar lagi (sebagaimana halnya nifas).

Syafi'iyah menambahkan alasan wajibnya mandi, karena darah yang keluar meskipun berbentuk segumpal darah atau daging namun ia berasal dari air mani.

Berbeda halnya jika yang keluar berbentuk sepotong tangan atau kaki, maka ia tidak diwajibkan mandi dan puasanya tidak batal, dan wanita tersebut boleh memilih antara mandi dan sekedar berwudhu'.

b. Hanbaliyah: perempuan yang keguguran tersebut tidak diwajibkan mandi dan puasanya juga tak batal. Sebab kegugurannya tidak bisa disamakan dengan nifas (darah yang keluar setelah melahirkan) karena wanita yang keguguran tidak bisa dikatagorikan melahirkan. Demikian, Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Zulfakar Ali Muhammad

[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda:
  Halaman Yang Berhubungan
Tanya Jawab Terbaru
Tanya Jawab Sebelumnya(99)
Tanya Jawab Sesudahnya(101)