Membagi Harta Warisan

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kapan sebaiknya atau waktu yg terbaik untuk membagi warisan dalam suatu keluarga yg sudah ditinggal suami/ayah dari 4 bersaudara (2 laki dan 2 wanita), sementara si ibu masih hidup. Apakah dibagikan saat ibu masih hidup atau menunggu sampai ibu meninggal? Hal ini telah menjadi pertentangan dalam suatu keluarga tsb. Mohon informasinya dan terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Jawab:

Waktu untuk membagi warisan adalah setelah semua urusan yang menyangkut mayit dan tanggungannya telah diselesaikan. Sebagaimana diterangkan dalam QS An-Nisa ayat 12, "Setelah dipenuhi wasiat yang
kamu buat atau dan sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi madharat (kepada ahli waris)".


Urusan-urusan yang menyangkut si mayit bisa berupa:
1. Yang bersangkutan dengan pemakamanya, sejak pembelian kain kafan, penggali kubur, dll.
2. Pelunasan hutang, dan kewajiban-kewajiban lain yang belum dilaksanakannya, spt zakat, haji, dll.
3. Pelaksanaan wasiat kepada selain ahli waris (tidak melebihi 1/3 dari harta peninggalan), kalau memang
sebelum wafat si mayit pernah berwasiat.

Setelah hal-hal di atas diselesaikan --dengan menggunakan harta peninggalan si mayit-- harta selebihnya
dibagi utk ahli waris (walaupun ibu masih hidup). Karena pada dasarnya harta suami-istri itu ada batas-
batasnya. Tidak semua harta suami secara otomotis menjadi milik istri, demikian pula sebaliknya. Ibu Anda mendapat 1/8 (dari total peninggalan bapak Anda), dan sisanya dibagi untuk 4 bersaudara. Yang perempuan mendapat setengahnya laki-laki.

Jadi, misalnya saja harta peninggalan bapak Anda setelah ditotal senilai Rp 14 juta, maka bagian ibu sebesar Rp. 1,750,000; 2 anak perempuan masing-masing Rp. 2,041,666; 2 anak laki-laki masing-masing Rp. 4,083,333. Demikian, Wallahua'lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Eko W.